Jumat, 01 Agustus 2014

facebookTwittergoogle pluslinkedin

Pembenih Ikan Diingatkan Untuk Menjaga Kualitas

Agam – Komapost, Benih ikan jenis nila produksi pembenih ikan Kabupaten Agam, Sumatera Barat sudah dikenal luas di Sumatera Barat dan Riau, ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam, Ermanto, S.Pi, M.Si, Kamis (4/4) via ponselnya.

Benih ikan jenis nila tersebut dikenal berkualitas bagus. Kondisi itu disebabkan pembenih ikan, terutama dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR) binaan DKP Agam, selalu menjaga kualitas. Benih ikan berkualitas dihasilkan induk yang berkualitas pula.

Induk ikan unggul hanya bisa berproduksi maksimal 3 tahun. Setelah itu pembenih harus mengganti induk ikan mereka dengan yang baru. Bila tidak, benih ikan yang mereka hasilkan kualitasnya akan jatuh.

“Bila itu terjadi, petani ikan budi daya tidak akan mau membeli benih ikan produksi pembenih ikan Kabupaten Agam," ujarnya mengingatkan.

Jenis bibit unggul terbaru saat ini adalah Nila Gesit untuk pejantan, dan Nila Nirwana untuk induk betina. Induk ikan tersebut dihasilkan pembenih ikan air tawar Sukabumi dan Jambi.

Bagi pembenih ikan yang sudah mapan, dianjurkan untuk membeli induk ikan jenis unggul tersebut. Pembelian bisa langsung ke Jambi, atau bisa juga melalui DKP Agam. Untuk meringankan biaya, dianjurkan untuk membeli secara berkelompok, dalam partai besar.

Ermanto meminta, jangan sekali-kali pembenih ikan menggunakan induk ikan sembarangan, karena hasilnya akan mengecewakan konsumen nantinya. Bila sekali saja konsumen kecewa, mereka tidak akan percaya lagi menggunakan benih ikan produksi pembenih tersebut. Hal itu mesti menjadi perhatian para pembenih ikan di Kabupaten Agam.

Menurut data tahun lalu, produksi benih ikan daerah itu sekitar 360 juta, yang diproduksi 304 UPR. Namun diperkirakan tahun ini produksi benih ikan sedikit menurun pasca banjir yang menghanyutkan induk ikan dan benih ikan siap panen di Kecamatan Tanjung Raya. (Mzn)